Sabtu, 07 Oktober 2017

20 Contoh Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang ialah perilaku atau perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai, hukum, dan norma di masyarakat setempat. Setiap kelompok masyarakat memiliki nilai dan norma tersendiri. Sehingga bila suatu perilaku dikatakan menyimpang di kelompok masyarakat A, di kelompok masyarakat B mampu jadi tidak dianggap menyimpang. Terdapat beberapa faktor seseorang melaksanakan perilaku menyimpang, menyerupai faktor subjektif dan objektif. Berikut ialah beberapa rujukan perilaku menyimpang. Langsung saja kita simak yang pertama:

Baca juga: 15 Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang

Contoh perilaku menyimpangIlmu yang Mempelajari Perilaku Menyimpang

Berjudi ialah kegiatan mempertaruhkan sejumlah uang atau benda berharga untuk suatu hasil yang tidak pasti dengan bertujuan memenangkan uang atau benda berharga lain. Beberapa agama telah melarang kegiatan berjudi. Namun beberapa masyarakat watak masih melaksanakan perjudian yang digelar dikala ada upacara tertentu. Beberapa negara menerapkan sanksi bagi yang terlibat perjudian, namun ada beberapa negara yang menunjukkan tempat khusus untuk berjudi menyerupai kasino. Larangan tersebut diterapkan karena kegiatan berjudi sangat merugikan tetapi mengakibatkan efek ketagihan.

7. Berhubungan Seksual di Luar Nikah

Berhubungan seksual di luar nikah sangat dianggap menyimpang di kalangan masyarakat. Apalagi bila dilakukan oleh anak di bawah umur. Hal tersebut karena menyangkut moral. Selain itu, juga dapat merusak masa depan pihak wanita dan rentan mengakibatkan penyakit seksual.

8. Tawuran Antar Desa

Tawuran antar desa terjadi jawaban kesalahpahaman antar kedua pihak dan secara historis kedua pihak memang saling bertentangan. Masalah sedikit saja rentan menyebabkan tawuran yang biasanya diawali dengan kumpul-kumpul (nongkrong). Perilaku ini dikatakan menyimpang karena sangat merugikan banyak pihak dan tidak ada hasilnya. Mediasi tidak mampu jadi solusi karena di kemudian hari pasti akan kembali terjadi tawuran. Sehingga salah satu solusi yang diterapkan ialah menutup perbatasan antar dua desa tersebut.

9. Menggunakan Pakaian yang Tidak Sesuai Norma

Terdapat beberapa masyarakat yang melarang penggunaan pakaian yang tidak sesuai dengan norma setempat. Misalnya kaum perempuan yang tidak boleh mengenakan pakaian minim dan ketat dan laki-laki yang tidak boleh mengenakan celana pendek. Sedangkan ada beberapa daerah yang memperbolehkan mengenakan pakaian bikini di daerah pantai, namun dikatakan menyimpang bila dipakai di luar daerah pantai.

10. Bolos Sekolah

Bolos sekolah ialah pulang dari sekolah sebelum jam pulang sekolah yang seharusnya secara ilegal. Tindakan membolos ialah tindakan menyimpang karena merugikan siswa yang tidak menerima ilmu dan merugikan orangtua alasannya sudah sia-sia mengeluarkan biaya untuk menyekolahkan anaknya. Masyarakat juga membantu mencegah tindakan menyimpang ini dengan melarang siswa berada di warung internet / game online berpakaian sekolah.

11. Memfitnah

Seperti kata pepatah, memfitnah lebih kejan dari pembunuhan. Karena pelaku fitnah dapat membunuh orang yang difitnahnya secara tidak langsung. Seperti yang akhir-akhir ini terjadi. Cukup diteriaki maling saja, seseorang mampu saja diamuk massa tanpa ada bukti jelas. Memfitnah juga dapat merusak citra seseorang. Namun bila orang lain telah mengenal watak orang yang suka memfitnah, fitnahannya tidak akan dihiraukan. Tindakan fitnah sangat menyimpang dan mampu diancam pidana.

12. Kecanduan Minuman Beralkohol

Kecanduan minuman beralkohol dapat dikatakan perilaku menyimpang karena dapat menyebabkan mabuk yang sangat mengganggu masyarakat. Minuman beralkohol bila diminum berlebihan juga dapat merusak fungsi hati manusia. Namun, beberapa daerah ada yang memperbolehkan meminum minuman beralkohol dalam batas wajar sehingga tidak mengganggu kesadaran.

13. Pembunuhan

Pembunuhan tentu merupakan suatu perilaku yang sangat menyimpang karena menghilangkan hak hidup orang lain. Pembunuhan tidak dibenarkan apapun alasannya meskipun korban bersalah. Sanksi bagi pelaku pembunuhan sangatlah berat. Namun, ada beberapa negara yang menerapkan hukuman mati bagi mereka yang telah melaksanakan kejahatan luar biasa.

14. Korupsi dan Suap

Korupsi, kolusi, dan nepotisme (termasuk di dalamnya ialah suap) ialah perbuatan yang sangat menyimpang di kalangan birokrat karena sangat merugikan negara. Sifat tamak dan lingkungan yang korup menjadikan seorang pejabat menjadi koruptor. Seharusnya negara berjalan dengan efektif dan efisien. Namun dengan adanya korupsi, pembangunan mampu jadi tersendat. Pada karenanya yang rugi ialah masyarakat.

15. Kebiasaan Menyontek

Baca juga: 16 Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

Menyontek ialah kebiasaan menyimpang yang menyerupai dengan korupsi. Jika pada korupsi pejabat ingin kaya dengan cepat dan tanpa usaha, maka para siswa menyontek untuk menerima nilai indah tanpa usaha. Kebiasaan menyontek disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal berupa lingkungan berguru yang buruk, sistem pendidikan yang buruk, kurangnya pengawasan, dan ada perlakuan khusus kepada murid yang pintar. Sedangkan faktor internal meliputi malas berguru dan tidak suka membaca.

16. Kecanduan Teknologi

Kecanduan teknologi ialah kebiasaan menyimpang yang terjadi baru-baru ini. Seiring perkembangan teknologi mobile yang semakin maju, setiap orang jadi mudah mengakses media sosial, permainan, dan produk teknologi mobile lain. Kecanduan teknologi dapat membuat produktivitas menurun dan kurangnya acara fisik secara drastis. Namun di beberapa negara maju hal tersebut menjadi biasa dilakukan terutama oleh kalangan muda.

17. Menyinggung SARA

Kegiatan menyinggung suku, agama, ras, dan watak istiadat orang lain merupakan salah satu perilaku menyimpang yang sangat berbahaya. Karena mampu merusak persatuan bangsa. Orang yang suka menyinggung SARA orang lain biasanya di provokasi oleh orang lain. Kemudian beliau mengujarkan kebencian melalui media umum atau dari lisan ke mulut. Dampaknya sangat buruk bagi masyarakat dan pelakunya dapat dikenai sanksi hukum.

18. Merokok Sebelum 18 Tahun

Usia 18 tahun ialah syarat minimal bagi perokok. Karena orang di atas usia tersebut yang hendak menjadi perokok pemula pasti sudah punya aliran rasional wacana kerugian rokok, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Minimarket dan warung pun dihimbau untuk tidak menjual rokok kepada mereka yang belum cukup umur. Meskipun demikian, masih saja banyak terdapat anak-anak dibawah umur yang sudah merokok. Kebanyakan dari mereka ikut-ikutan sahabat atau diajarkan kakak atau bahkan orangtua yang tidak mengerti aturan pembatasan usia tersebut.

19. Berbicara Kasar

Berbicara bernafsu menjadi perilaku menyimpang yang paling umum terjadi di masyarakat. Ada yang mengucapkannya karena ingin meluapkan kekesalannya atau karena kebiasaan. Kata-kata bernafsu dan kotor dianggap menyimpang bagi masyarakat maka dari itu kata-kata tersebut seringkali di sensor di media cetak atau televisi.

20. Membuang Sampah Sembarangan

Membuang sampah sembarangan ialah perilaku menyimpang yang sayangnya masih belum dianggap menyimpang oleh masyarakat Indonesia. Buktinya masih banyak masyarakat yang biasa membuang sampah rumah tangga ke sungai dan seseorang yang membuang sampah di jalanan atau di sembarang tempat. Untuk melihat bukti nyata, cobalah mengunjungi suatu event di tempat umum dan lihat bagaimana kondisi sampahnya. Meskipun sudah ada peraturan dan sanksi dari pemerintah, namun tampaknya aturan tersebut belum benar-benar ditegakkan.


Referensi:

  1. Perilaku Menyimpang ( )
  2. Contoh - Contoh Perilaku Menyimpang ( )

Anda mampu request artikel apa saja melalui hedisasrawan@merahputih.id atau eksklusif saja lewat komentar dibawah :)


EmoticonEmoticon