Sabtu, 07 Oktober 2017

Jangan Bubarkan DPR! Berikut 3 Alasan dan Solusinya

Akhir-akhir ini, perilaku beberapa anggota DPR semakin meresahkan masyarakat. Ada anggota yang suka nyinyir terhadap kinerja pemerintah, ada anggota yang tampaknya ingin sekali membubarkan atau melemahkan KPK, dan ada anggota yang pemalas sehingga banyak dingklik kosong ketika rapat paripurna. Kinerja DPR juga dianggap tidak bagus, alasannya yaitu aneka macam RUU yang belum selesai dibahas. Kepercayaan rakyat terhadap DPR rendah. Padahal seharusnya fungsi DPR RI mewakili rakyat Indonesia dalam legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat kok tidak mewakili rakyat?

Baca juga: Sistem Pemerintahan Indonesia (Artikel Lengkap)

Dewan Perwakilan RakyatPeran Presiden dalam Mengelola Sosial Budaya

Coba bayangkan bila tidak ada DPR. Mungkin saja pemerintah akan bertindak sewenang-wenang selama masa jabatannya tanpa ada yang mengawasi. Rakyat tidak akan bisa melaksanakan apa-apa alasannya yaitu tidak memiliki kekuatan hukum untuk menjatuhkan pemerintah. Meskipun ketika ini pemerintah bekerja dengan sangat baik, bukan tidak mungkin pemerintah akan mengeluarkan kebijakan yang tidak disukai masyarakat. Di sanalah DPR bertindak.

Memang, ada negara yang tidak memiliki legislatif, menyerupai Arab Saudi. Namun disana kekuasaannya dipegang oleh Raja. Raja Arab Saudi memiliki kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif sekaligus sehingga sangat absolut. Sistem menyerupai itu tidak mungkin diadakan di Indonesia alasannya yaitu tidak sesuai dengan konstitusi.

2. Kerja DPR Bisa Dipantau

Media memang jarang memberitakan apa yang dilakukan DPR, mungkin alasannya yaitu kurang menarik pemirsa. Mungkin itu alasan banyak masyarakat yang menganggap kerja DPR hanya tidur, duduk manis di ruang sidang, jalan-jalan keliling Indonesia bahkan luar negeri, menikmati akomodasi mewah, menghambur-hamburkan uang, korupsi, mencari proyek, dan mendapatkan gaji dan pemberian tinggi.

Akhir-akhir ini, di beberapa televisi swasta, DPR kerap menayangkan program TV Parlemen. Tujuannya yaitu untuk memberitakan apa yang sedang dilakukan DPR. Mungkin ini salah satu upaya DPR untuk meningkatkan citranya di mata masyarakat yang selama ini diberitakan media hanya yang buruk-buruk saja.

Padahal, kita bisa memantau kinerja DPR secara transparan dan selalu diperbarui setiap hari. Cobalah cek situs resmi DPR RI. Disana Anda bisa melihat isu ihwal DPR, jadwal mereka hari ini dan yang akan datang, laporan rapat kerja DPR, bahkan Anda juga bisa melihat perkembangan RUU yang sedang dibahas DPR.

Selain itu, Anda juga bisa melaksanakan pengaduan masyarakat. Coba cek kontaknya. Anda juga bisa mengakses sosial media resmi DPR untuk melihat perkembangannya eksklusif melalui sosial media favorit Anda. Ikuti juga Youtube DPR untuk melihat video aktivitas DPR.

Kenapa ini penting? Karena ini semacam edukasi bagi masyarakat dan pemberitaan. Sehingga kita tidak terlalu antipati terhadap DPR. Justru alasannya yaitu antipati itulah muncul anggota-anggota dewan yang tidak berempati terhadap masyarakat alasannya yaitu mereka menganggap tidak ada masyarakat yang peduli terhadap DPR. Padahal DPR sangat penting bagi keberlangsungan pemerintahan di Indonesia.

3. Apa yang Harus Kita Lakukan Untuk Meningkatkan Kinerja DPR?

Jangan golput ketika pemilihan umum legislatif. Jadilah pribadi yang lebih kritis. Jika masyarakat kritis yang antipati terhadap DPR selalu golput, maka peluang terpilihnya calon legislatif yang buruk menjadi sangat tinggi. Apalagi angka politik uang di Indonesia pada ketika pileg masih sangat tinggi. Dengan memilih sesuai pilihan kita (tidak sesuai dengan uang yang mereka berikan), kita bisa setidaknya mendapatkan anggota DPR yang lebih baik dibandingkan ketika kita golput.

Baca juga: Sistem Politik Indonesia (Materi Ringkasan)

Bagaimana caranya memilih anggota legislatif yang baik? Perhatikan kinerjanya. Jika kinerjanya di masa lalu buruk atau bahkan dicaci maki masyarakat, jangan dipilih. Internet memudahkan kita untuk mencari rekam jejak setiap calon legislatif. Pilihlah dari partai politik yang menurut Anda dapat mewakili aspirasi Anda. Jangan terbuai dengan janji, apalagi dengan uang. Jika Anda tidak enak menolak uang tersebut, terima saja uangnya, tapi sebaiknya jangan pilih orangnya. Karena dipastikan calon itu jikalau terpilih akan melaksanakan apa saja biar “balik modal”.

Untuk beraspirasi, secara individu memang kurang menunjukkan dampak signifikan. Aspirasi akan lebih signifikan jikalau disuarakan melalui berserikat dan berkumpul. Namun, Anda bisa ikut beraspirasi melalui media sosial. Setidaknya, Anda ikut dalam keramaian netizen yang juga ingin menyuarakan aspirasi yang sama. Peluang didengar anggota DPR juga semakin besar.


Anda bisa request artikel apa saja melalui hedisasrawan@merahputih.id atau eksklusif saja lewat komentar dibawah :)


EmoticonEmoticon